Aku masih berdiri tegak di ujung tebing ini. Masih menanti semua adamu. Masih menunggu semua nyatamu. Aku tak pernah jengah ataupun lelah. Tak juga letih ataupun tertatih. Karena aku ingin semua adamu dan nyatamu ikut bersamaku. Menemaniku dalam mengusir semua kesedihan dan keputus asaanku. Karena aku yakin, hanya kamu yang bisa. Hanya kamu yang mampu melakukannya.
Aku masih berdiri tegak di tepi jurang yang menganga lebar. Jurang yang tak berdasar ataupun berakhir. Dalam bentangan deru badai yang tiada berhenti. Dan juga hempasan beliung yang seakan tak berujung. Karena aku masih setia menunggumu di sini. Melawan semua ketakutanku. Menghadapi semau kekhawatiranku. Ini semua masih untukmu. Semua masih karenamu…
Aku tak pernah berhenti berharap sekalipun kecewa. Tak juga berhenti mengejar sekalipun terjejar. Tak pernah berhenti menanti sekalipun tersakiti. Waraskah aku? Gilakah aku? Ah, siapa peduli! Yang ku tau hanya kamu… Itu saja, tak lain.
Aku masih terus berdiri tegak dalam setiap desahan nafas yang terletih. Dalam secucur tenaga yang terus terkikis. Di setiap deru semangat yang hampir habis. Tapi saat kembali aku mengeja namamu, semua itu kembali penuh.
Sekarang, hanya ini yang dapat kuterima? Sebuah ketakutan akan kehilanganmu. Tidakkah kau tau hanya itu yang dapat mengusik rasa ketakutanku? Ah, kau curang! Cinta yang suci memang tak mengenal kata menerima setelah memberi. Tetapi, inikah yang lebih pantas kurasakan setelah semua yang kulakukan? Ah, kau benar-benar curang!!
Cinta ini menang tak pernah terungkap. Hanya ada dalam hatiku. Hanya ada dalam benakku. Dalam setiap mimpi dan khayalanku. Tetapi… Ah, kau benar-benar…
Ah, akupun sadar, aku tak bisa begitu saja menyalahkanmu… Hanya satu yang kusesali, mengapa semua harus tumbuh begitu saja seperti ini. Tanpa bisa ku cegah lebih kuat. Tanpa pernah ku tahan dengan lebih paksa. Malah kubiarkan sedikit demi sedikit masuk dan mengakar kuat. Tumbuh selaksa pohon yang semakin lebat.
Ah, aku sadar ini salahku… Cinta memang suci dan tak pantas terkotori oleh cela dan nafsu. Tak juga bisa dinodai eleh… cinta yang sekarang tumbuh untukmu… Karena cinta ini memang sebuah cinta yang berkabut tabu… Tanpa kepastian. Tanpa harapan yang bisa membawa pada kebahagiaan. Tanpa tujuan yang bermuara kepada keberkatan. Akhirnya aku sadar, aku yang salah. Tetapi aku benar-benar tak bisa lagi mundur dan melupakannya begitu saja.
Dan akhirnya aku masih tetap berdiri tegar di sini. Menerjang dalam setiap kecemburuan yang datang tiba-tiba, sekaligus menikmatinya. Menghadang setiap inci kesakitan yang ikut terbawa, tapi juga tetap meresapinya. Ah, aku tak bisa lelah dan bosan begitu saja. Karena inilah resikoku… Yang tak bisa kubagi dan begitu saja kuakhiri…
Just For You, semoga kau bisa mengerti semua ini… But, aku tak terlalu berharap kau mengerti, karena aku semakin yakin kalau seorang sepertimu masih mempunyai hati. Ah, aku tak bisa terus-terusan menghujatmu. Bukan salahku kalau cinta ini hanya akan terus terpatri dalam hati. Bukannya aku tak berani mengungkapkannya, tetapi aku sadar kalau aku tak mungkin pernah bisa mendapatkanmu. Aku akan mencoba menerima takdir ini, bahwa aku hanya boleh memujamu, tanpa pernah bisa memilikimu…
Assalamualaikum Wr. Wb.
Tsaahaa!! Makin ngga jelas aja nih… But, biar deh… Masih tetap kecewa dan belom menemukan obatnya. So, inilah salah satu pelarianku… Hwehehehe… Alasan!!
Huah, aku rindu dengan rutinitas sekolahku. Masa-masa SMA ku seperti hilang! Yah, memang sudah hilang! Menunggu pengumuman UAN ini terasa begitu menjemukan!
Ah, aku benar-benar rindu sekolahku! Ah!!
Masa-masa pagi, siang waktu istirahat, sholat dhuhur berjamaah, les yang kadang-kadang suka bolos, sampe pulang yang kadang keujanan. Ah! Aku benar-benar rindu! Di rumah tanpa ada pekerjaan benar-benar menjemukan dan meruntuhkan semua mood baikku. Yang biasanya ada masalah dikit aja masih bisa biasa, eh, ini ada masalah dikit langsung kebawaan sensitive. Duh, kapan sih datangnya, dari kemaren sensitive terus!!! (???) Hwehehehe…
But, bener deh, menunggu dengan keadaan seperti ini begitu menjemukan! Waktu berjalan begitu lambat! Mana ngga jadi liburan lagi gara-gara paginya masih harus les. But, Cuma 2 jam lesnya, buk… Sisanya?? Mungkin bisa liburan, but, tetep abis pengumuman. Hallah, sama aja. Malah waktu kayak gitu biasanya lebih sibuk. Lha ini, waktu nganggur yang banyak, coy… Ealah, malah ada les. Nanggung lagi, Cuma 2 jam!!
Dooh, siapa gitu yang lagi bangun rumah, manatau bisa ikut bantu… Hehehe… Bantu ngabisin jatah makan, maksudnya…
Dooh, aku benar-benar rindu masa sekolahku. Bener kata orang tua, kalau pas sekolah aja pengen libur terus, begitu libur kayak gini, eh, kepingin masuk! Ah, aku benar-benar rindu kepingin masuk sekolah lagi…. Huahuahua…
Ah, ngapain nih kalau kayak gini? Mana masih 3 minggu lebih, lagi… Huuh, jangan salahkan aku kalau akhirnya isi blog hanya keluhan aja seperti ini. Benar-benar yah, waktu sekolah bisa menggali inspirasi deh.. Kalau kayak gini, kok berasa males terus yah???
Ngecek friendster aja deh… Bagi yang mau add, boleh atuh mang… Add aja… Alamatnya: atau pingin buka-buka ajah? Buka aja di www.friendster.com/cheeseburgerq
Huh, aku benar-benar mengidap kejemuhan dan kebosanan stadium PARAH!!!
Kamis, 21 Mei 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar